UNTUK KAU RINDUKU
Seberkas cahaya jingga...
Pengantar pudarnya sinar mentari Diujung senja
Langit malampun kian hampa
Tanpa hadirnya menyanyikan purnama
Kesunyianpun kian merasuk hearts hampanya jiwa
Air mata Kembali menitik Tanpa Suara
Tergores aksara menyayat sukma
Mengasingkanku hearts sepi ketika Malam kian Meraba
manakala hati mengusik renungan,
Hanya,
Kesepian,
Kesunyian,
Dan kesendirian.
Dari serpihan kenangan yang terbawa dari sisa ingatan
Sukmaku berteriak,
senang kau dengar rinduku dipanggil namamu.
Saat kususuri...
Tiap jejak langkah tak penah pasti
Menggiringku pada dua sisi mata hati
Saat dimana masih ada rasa ingin memiliki
Dan di satu sisi
Ada saat dimana harus berusaha relakanmu pergi
Masih perlu sekarang
Bagaimana bisa aku mencari penggantimu
Saat itu aku tau
Hanya jalan menuju hatimu.
Dan saat ini...
memang jalan takdirku
Ijinkan aku memilikimu dengan caraku
Seperti Malam ini,
Kaupun hadir dalam mimpi
Terbingkai bias bayang semu Kuihat
indah senyum terpaku
Yang menghias benak tidurku
Kumohon dekaplah aku dalam pelukmu
Menyatulah dalam khayalku
Dan jangan pernah pergi
teruskan hidup dalam serpihan hati yang ku
coba Jangan palingkan aku melihat imajinasiku
Ijinkan aku Menikmati sinar CahayaMu
Sebagai pengobat sepucuk rasa rindu
Karna waktuku Telah Habis hanya untuk memuja
Rasa rindu Yang Telah melegenda.
Dan Biarkan aku Terus bersembunyi di balik kepalsuan.
Yang aku lakukan demi menutupi Kerinduan
Hingga rindu Penyanyi terbentur Keabadian.
Penulis;(R.H)

